BelisMoRA
Beranda Blog Informasi Edukasi Galeri Tim Riset

Kemenag dan LPDP Evaluasi Inovasi Riset “EcoFaith Learning” di Mataram: Perkuat Literasi Sains melalui Ekoteologi dan Kearifan Lokal

MATARAM, 16 September 2026 – Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) bersinergi dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) tengah melangsungkan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Pendanaan Riset Indonesia Bangkit. Kegiatan evaluasi untuk skema MORA THE AIR FUNDS Tahun 2025 ini diselenggarakan di Mataram, berlangsung sejak 15 hingga 17 September 2026.

Fokus utama dalam agenda Monev kali ini adalah peninjauan terhadap proyek penelitian inovatif bertajuk “EcoFaith Learning: Inovasi Pembelajaran Biologi Berbasis Ekoteologi dan Kearifan Lokal Untuk Penguatan Literasi Sains, Literasi Spiritual dan Moderasi Beragama”.

Penelitian ini menawarkan pendekatan baru dalam dunia pendidikan sains, di mana pembelajaran biologi tidak hanya berpusat pada teori-teori alam empiris, tetapi juga diintegrasikan secara mendalam dengan pengamatan ekoteologi kearifan lokal. Pendekatan ini dirancang khusus untuk membangun paradigma pelestarian lingkungan yang berakar pada nilai-nilai spiritual masyarakat setempat, sekaligus memperkuat sikap moderasi beragama di kalangan peserta didik.

Hadir secara langsung sebagai Reviewer Nasional dalam sidang evaluasi ini adalah Prof. Arif Zamhari, Ph.D. Beliau melakukan telaah mendalam terhadap luaran, metodologi, serta potensi implementasi jangka panjang dari model EcoFaith Learning yang dipaparkan oleh tim periset.

Dalam sesi diskusi tersebut, Prof. Arif Zamhari menyampaikan apresiasi positifnya terhadap kebaruan gagasan yang diusung oleh tim peneliti.

“Inovasi EcoFaith Learning ini merupakan sebuah terobosan krusial yang sangat relevan dengan kebutuhan pendidikan kita saat ini. Menggabungkan konsep biologi dengan ekoteologi kearifan lokal tidak hanya sekadar meningkatkan literasi sains, tetapi juga sukses menumbuhkan kesadaran ekologis yang berbasis nilai-nilai ketuhanan,” ungkap Prof. Arif Zamhari.

Beliau juga menambahkan bahwa model pembelajaran ini sangat strategis bagi pengembangan kurikulum. “Model ini berpotensi besar untuk diterapkan secara lebih luas, karena secara simultan mampu memperkuat tiga pilar penting sekaligus: pemahaman sains yang mutakhir, kedalaman spiritual, dan sikap keberagamaan yang moderat dalam menjaga alam semesta,” tegasnya.

Melalui evaluasi ini, Kemenag dan LPDP berharap penelitian EcoFaith Learning dapat segera disempurnakan dan diimplementasikan sebagai modul rujukan nasional. Keberhasilan riset ini diharapkan mampu mencetak generasi ilmuwan masa depan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dan spiritual terhadap kelestarian ekosistem.

Kembali ke Beranda Lihat Materi Lain

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *