BelisMoRA
Beranda Blog Informasi Edukasi Galeri Tim Riset

Transformasi Digital dalam Sains: Tim Riset MoRA UIN Mataram Kupas Strategi Penguatan Literasi Digital Berbasis Ekoteologi dan Kearifan Lokal

Mataram — Rangkaian kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang diadakan oleh Tim Riset MoRA UIN Mataram pada sesi ketiga menghadirkan paparan strategis dari Dr. Baiq Sri Handayani, M.Pd., yang mengupas tuntas pentingnya membelajarkan literasi digital dalam pembelajaran biologi. Mengusung fokus “Strategi Penguatan Kemampuan Mengembangkan Konten Digital Siswa SMA Berbasis Ekoteologi dan Kearifan Lokal Bali-Nusa Tenggara”, sesi ini menyoroti pergeseran paradigma dari siswa sebagai konsumen digital pasif menjadi produsen pengetahuan yang bertanggung jawab.

Dalam pemaparannya, dipaparkan temuan analisis kebutuhan dari ratusan siswa SMA di kawasan Bali dan Nusa Tenggara yang menunjukkan bahwa meskipun literasi sains dan kemampuan teknis dasar digital (seperti komunikasi dan keamanan) sudah tergolong tinggi, kemampuan pada level penciptaan konten (mencipta), literasi data, serta kaitan kompetensi dengan karier masih menjadi indikator yang paling tertinggal. Fenomena ini memperlihatkan adanya dilema konsumen digital, di mana siswa sangat fasih membagikan informasi namun jarang memproduksi dan mempertanggungjawabkan konten buatannya sendiri.

Untuk menjawab tantangan tersebut, diperkenalkan model pembelajaran berbasis EcoFaith yang memadukan prinsip ekoteologi seperti konsep tauhid, mīzān (keseimbangan), dan ‘adl (keadilan) sebagai kerangka etika digital dalam memproduksi karya. Melalui tangga kompetensi produksi konten 4R (Reuse, Remix, Redesign, Originate), siswa diarahkan untuk mengolah isu-isu ekologis nyata di sekitar sekolah dan tradisi masyarakat lokal (seperti dokumentasi pelestarian mata air dan kearifan lokal) ke dalam bentuk produk digital yang autentik seperti infografis data, katalog digital, video dokumenter, hingga peta cerita (story map). Pendekatan ini tidak hanya mengintegrasikan literasi sains dan digital secara utuh, tetapi juga menumbuhkan kepekaan kultural, etika pemanfaatan data, serta penguatan moderasi beragama di kalangan peserta didik.

Kembali ke Beranda Lihat Materi Lain

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *