BelisMoRA
Beranda Blog Informasi Edukasi Galeri Tim Riset

Antusiasme di Ruang Kelas: Tim Riset “EcoFaith Learning” Uji Coba Inovasi Pembelajaran Biologi bersama Siswa di Kupang

Kupang, NTT – Rangkaian penelitian lapangan tim “EcoFaith Learning” kini menyentuh jantung pendidikan itu sendiri: ruang kelas. Setelah sebelumnya menjalin komunikasi dengan para tokoh masyarakat untuk menggali kearifan lokal, tim peneliti yang didukung oleh LPDP dan Kementerian Agama RI ini terjun langsung menyapa siswa-siswi di salah satu sekolah menengah di Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Momen keakraban dan antusiasme proses belajar ini terekam dengan sangat ceria dalam dokumentasi. Di dalam ruang kelas dengan dinding bernuansa kuning yang hangat, tampak perwakilan tim peneliti membaur bersama barisan siswa-siswi berseragam putih abu-abu. Senyum cerah dan tawa lepas mewarnai sesi saat mereka secara bersama-sama membentangkan spanduk yang menjadi identitas riset ini.

Kunjungan langsung ke sekolah ini merupakan salah satu tahapan paling krusial dalam sebuah penelitian pendidikan. Hadirnya para peneliti di tengah peserta didik membawa beberapa angin segar bagi dunia pendidikan sains di daerah, antara lain:

Menjembatani Sains dan Lingkungan (Ekoteologi) Materi Biologi kerap kali dianggap sebagai hafalan semata. Melalui pendekatan EcoFaith Learning, siswa diajak untuk memahami bahwa ilmu hayati sangat erat kaitannya dengan nilai-nilai menjaga alam sekitar. Pendekatan ini membuat pelajaran sains terasa lebih dekat dan relevan dengan lingkungan tempat tinggal mereka sehari-hari.

Ruang Praktik Moderasi Beragama Kupang dikenal luas sebagai salah satu wilayah dengan tingkat toleransi tertinggi di Indonesia. Menerapkan model pembelajaran yang mengusung semangat “Moderasi Beragama” di ruang-ruang kelas Kupang menjadi sebuah langkah strategis. Para siswa dari latar belakang yang beragam diajak untuk memaknai penciptaan alam semesta dengan kacamata yang inklusif dan penuh penghargaan terhadap perbedaan.

Mendorong Literasi di Era Digital Tidak hanya sekadar memahami konsep biologi tradisional, kedatangan tim peneliti juga membawa misi penguatan “Literasi Sains dan Literasi Digital”. Para generasi muda ini sedang dipersiapkan untuk tidak gagap teknologi, sekaligus kritis dalam mengolah informasi terkait sains dan lingkungan yang beredar deras di dunia maya.

Interaksi langsung dengan para siswa ini pastinya memberikan insight dan data lapangan yang sangat berharga bagi tim peneliti. Harapannya, uji coba dan pengambilan data di Kupang ini dapat segera dirumuskan menjadi sebuah modul pembelajaran Biologi yang interaktif, aplikatif, dan siap digunakan oleh guru-guru di seluruh Indonesia.

Kembali ke Beranda Lihat Materi Lain

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *