BelisMoRA
Beranda Blog Informasi Edukasi Galeri Tim Riset

Dari Lombok ke Sumbawa: Peneliti “EcoFaith Learning” Selami Kearifan Lokal Lewat Balutan Busana Tradisional

Sumbawa – Perjalanan inspiratif tim peneliti “EcoFaith Learning” dari UIN Mataram rupanya masih terus berlanjut. Setelah sukses melakukan pengambilan data dan berinteraksi dengan masyarakat di Kupang, Nusa Tenggara Timur, kini langkah mereka menjejak di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Melanjutkan misi untuk merajut inovasi pembelajaran Biologi berbasis Ekoteologi dan Kearifan Lokal, tim peneliti ini tidak hanya turun ke lapangan membawa instrumen akademik, tetapi juga menunjukkan penghormatan yang luar biasa terhadap budaya setempat.

Hal ini terekam dengan sangat indah dalam sebuah potret terbaru. Dalam foto tersebut, tiga srikandi peneliti tampak begitu anggun dan memesona berbalut busana adat khas daerah setempat. Berpose di anak tangga sebuah bangunan yang asri, mereka mengenakan pakaian tradisional bernuansa biru dan merah terang yang menjuntai indah sebagai penutup kepala hingga badan, lengkap dengan detail sulaman motif perak dan putih yang khas.

Penampilan menawan ini mengingatkan kita pada keanggunan tradisi berbusana perempuan di tanah Sumbawa dan Bima. Namun, di balik cantiknya balutan busana tersebut, tersimpan makna yang jauh lebih dalam bagi sebuah penelitian lapangan.

Berikut adalah beberapa catatan menarik dari persinggahan tim riset di Pulau Sumbawa:

Cultural Immersion (Peleburan Budaya) yang Nyata Mengenakan pakaian adat setempat bukan sekadar untuk keperluan dokumentasi, melainkan strategi cultural immersion. Dengan melebur dan menghargai identitas budaya masyarakat Sumbawa, para peneliti dapat membangun kedekatan emosional dan kepercayaan yang lebih kuat dengan warga lokal. Ini adalah kunci penting untuk mendapatkan data yang natural dan mendalam.

Menggali Ekoteologi dari Balik Helai Kain Tenun Di banyak daerah di Nusa Tenggara Barat, termasuk Sumbawa, proses pembuatan kain tradisional sangat erat kaitannya dengan kearifan alam (pewarna alami, motif flora/fauna) dan nilai-nilai spiritualitas. Pendekatan ini sangat selaras dengan tema riset mereka, yakni menggali bagaimana budaya dan agama (ekoteologi) berperan dalam melestarikan lingkungan.

Bukti Keberagaman sebagai Kekuatan Literasi Perjalanan dari Lombok yang didominasi budaya sasak di desa Sade, bergeser ke Sumbawa dengan kebudayaan khasnya, membuktikan betapa kayanya kearifan lokal Nusantara. Kekayaan inilah yang sedang berusaha diramu oleh tim peneliti (yang didukung oleh LPDP dan Kemenag RI) menjadi sebuah model pembelajaran Biologi yang mampu menumbuhkan sikap toleransi, literasi sains, dan moderasi beragama bagi siswa.

Kembali ke Beranda Lihat Materi Lain

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *